Rabu, 11 Januari 2023

Portofolio 14 " Kapita Selekta 2: Model Pembelajaran Pendidikan Vokasi Masa Depan"

 

Reformasi Sistem Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (TVET) untuk Pekerjaan Masa Depan!!!

Apa yang harus dilakukan Indonesia untuk mempersiapkan generasi berikutnya untuk pekerjaan di masa depan? Bagaimana sistem pendidikan dan pelatihan teknik dan vokasi Indonesia dapat memenuhi kebutuhan industri dan memastikan siswanya terlibat aktif dan belajar secara efektif?

Mempersiapkan generasi berikutnya untuk lapangan kerja dimasa depan membutuhkan perencanaan yang cerdas. Pendidikan dan pelatihan teknis dan vokasi (TVET) adalah investasi penting untuk meningkatkanketerampilan yang dibutuhkan untuk angkatan kerja yang baru.

Untuk mengembangkan sistem TVET yang dapat memenuhi tuntutan pasar tenaga kerja masa depan, dua persoalan utama perlu dijawab.

Pertama, mengintegrasi sistem TVET nasional untuk meningkatkan keterpaduanantara pemerintah, lembaga pendidikan dan pelatihan, dan industri. Kedua, meningkatkan kualitas dan fleksibilitas pengajaran dan pembelajaran di lembaga TVET dan memastikan bahwa para siswa terlibat aktif dan belajar secara efektif.

PENGEMBANGAN SMK MODEL UNTUK MASA DEPAN...???

Praktik penyelenggaraan SMK di Indonesia saat ini menunjukkan kelemahan-kelemahan sebagai berikut: menyelenggarakan fungsi tunggal, yaitu menyiapkan siswa untuk bekerja, untuk menjadi karyawan, dan kurang menyiapkan untuk menjadi wirausahawan, kurang cepat tanggap terhadap tuntutan-tuntutan pembangunan ekonomi, lemah keselarasannya dengan dunia kerja, dan tidak ada jaminan untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Tekanan-tekanan dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap SMK sangat banyak, tetapi beberapa hal berikut harus segera ditanggapi, yaitu rencana pembangunan jangka panjang nasional, cetak biru insan Indonesia cerdas dan kompetitif 2025, master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia, keanekaragaman kebutuhan masyarakat, kemajuan teknologi, dan tuntutan globalisasi. Agar SMK dapat memainkan peran lebih penting dalam pembangunan ekonomi, SMK harus memperluas fungsinya dari fungsi tunggal menjadi SMK Model yang menyelenggarakan fungsi majemuk yang selaras dengan kemajemukan kebutuhan masyarakat. Transisi dari SMK fungsi tunggal menjadi SMK Model (fungsi majemuk) memerlukan restrukturisasi dalam kebijakan, perencanaan, penganggaran, kelembagaan, dan sumber daya.


KONDISI SMK SAAT INI
Secara umum, kondisi SMK saat ini menunjukkan hal-hal sebagai berikut: (1) hanya menyelenggarakan fungsi tunggal yaitu menyiapkan siswanya untuk bekerja pada bidang tertentu sebagai karyawan; (2) lemah dalam menyiapkan siswanya untuk menjadi wirausahawan; (3) lambat daya tanggapnya terhadap dinamika tuntutan pembangunan ekonomi; (4) belum optimal keselarasannya dengan dunia kerja; dan (5) belum ada kepastian jaminan terhadap siswanya untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Lima kondisi SMK tersebut diuraikan seperlunya sebagai berikut:

TUNTUTAN EKSTERNAL 
SMK diharapkan memiliki kemampuan dan kesanggupan untuk menanggapi tuntutantuntutan eksternal berikut: (1) rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN); (2) cetak biru pembangunan pendidikan nasional; (3) master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia/MP3EI; (4) keanekaragaman kebutuhan masyarakat, khususnya dunia kerja; (5) kemajuan teknologi; dan (6) tuntutan globalisasi.

SMK MODEL: TEROBOSAN BARU
SMK Model adalah SMK yang dikembangkan dari SMK yang menyelenggarakan fungsi tunggal yaitu menyiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja pada bidang tertentu menjadi SMK yang menyelenggarakan multi-fungsi (fungsi majemuk) atas dasar prinsip-prinsip kemanfaatan, keterpaduan program, integrasi sumber daya (manusia, uang, peralatan, bahan, dan sebagainya), resource sharing, dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal. SMK Model dituntut untuk menjadi sekolah cerdas (kreatif, inovatif, inisiatif, cepat, tepat, dan cekat) dalam mengembangkan program-programnya, dan memiliki keunggulan-keunggulan dibanding dengan SMK-SMK lain dalam inputnya (kurikulum, guru, fasilitas, dan sebagainya), prosesnya (pembelajaran, manajemen, kepemimpinan, dan sebagainya), dan outputnya (mutu lulusan dan mutu produk-produk lain yang dihasilkan). Satu hal mendasar yang harus dilakukan oleh SMK Model adalah membangun kerjasama, kolaborasi, dan sinergi dengan dunia kerja, mulai dari perumusan kompetensi, penyusunan bahan ajar, pelaksanaan kegiatan, hingga sampai evaluasi dan sertifikasi kompetensi.

FUNGSI MAJEMUK SMK MODEL 
Agar pendidikan kejuruan tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat, King & Palmer (2010) berpendapat bahwa abad 21 memerlukan reformasi fungsi pendidikan kejuruan. Untuk Indonesia, pendapat mereka bukanlah hal baru karena pada tahun1998 Direktorat Pembinaan SMK telah melakukan reformasi dengan konsepnya yang disebut Skills Toward 2020 yang intinya bahwa SMK harus bebasis demand driven (berbasis kebutuhan dunia kerja dengan segala variasi jenis-jenisnya). Skills Toward 2020 juga sangat selaras dengan saran UNESCO (1984) bahwa pendidikan kejuruan agar menata ulang organisasi dan koordinasinya dengan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan SMK Model agar menekankan keselarasannya dengan kebutuhan masyarakat.


Sumber : https://youtu.be/hxOKiej-gf8


SMK Model dirancang untuk menyelenggarakan fungsi majemuk berdasarkan kemajemukan kebutuhan masyarakat, khususnya dunia kerja. Oleh karena itu, keselarasannya dengan kebutuhan masyarakat merupakan imperatif, baik dalam dimensi kuantitas, kualitas, lokasi, maupun waktu. Transisi menuju SMK Model memerlukan penataan ulang kebijakan, perencanaan, penganggaran, kelembagaan, dan sumber daya yang diperlukan untuk menyelenggarakan SMK Model. 

---TERIMA KASIH---


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Mengapa Kurikulum Perlu berubah”

  Kurikulum Berubah, Apakah merupakan solusi? Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pembelajaran, Hamid Muhammad mengatakan, ...