Senin, 26 Desember 2022

Portofolio 11 " Blended Learning dalam Pembelajaran Vokasi "

 Blended Learning dalam Pembelajaran Vokasi


 Definisi Pembelajaran Blended

Pada awalnya, pembelajaran blended didefinisikan sebagai kombinasi berbagai media penyampaian dan pada sisi lain didefinisikan pula sebagai kombinasi berbagai metode dalam pembelajaran. Namun, kedua definisi tersebut menurut pandangan Graham (2006: 4) menimbulkan perdebatan antara pengertian media dan metode dalam pembelajaran sehingga definisinya diubah menjadi kombinasi pembelajaran tatap muka dengan pembelajarandimediasi komputer. 

Sementara itu, Masson & Rennie (2006: xvii) mendefinisikan pembelajaran blended sebagai gabungan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh dan E-Learning. Dengan memperhatikan berbagai definisi tersebut, dapat dikemukakan bahwa:

" Pembelajaran blended merupakan kombinasi antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dimediasi komputer termasuk di dalamnya pembelajaran jarak jauh dan E-Learning. Saat ini, pembelajaran blended banyak digunakan untuk memadukan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online "๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘


Mungkinkan blended learning diterapkan pada semua mata pelajaran pendidikan vokasi (adaptif, normatif, produktif)?๐Ÿ˜•

Mungkin, karena pembelajaran blended learning terdiri dari pembelajaran tatap muka dan pembelajaran e-learning yang dapat diberikan pada mata pelajaran adaptif, normatif, dan produktif.


Apakah blended learning dapat diterapkan untuk mendukung pelajaran praktik kerja industri? Seperti apakah bentuknya?๐Ÿ˜

Bisa, Pembelajaran blended learning dapat diterapkan untuk mendukung pelajaran praktik kerja industri, contohnya seperti pada saat kegiatan PKL (Praktik Kerja Lapangan) siswa dapat melakukan konsultasi laporan studi kasus maupun tindakan praktik melalui Wa Group, Google Classroom, Gmail, Zoom Meeting dll.


Buatlah salah satu sintaks pembelajaran pendidikan vokasi berbasis blended learning!!!๐Ÿ‘‡


๐Ÿ’ŸSINTAKS MODEL BLENDED LEARNING๐Ÿ’Ÿ


Sumber Youtube : https://youtu.be/DTlmLGM3CgA

Rabu, 21 Desember 2022

Portofolio 10 "Konsep Pembelajaran Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Berbasis Kompetensi"

 
" Pembelajaran Kejuruan Berbasis Kompetensi "



( Gambar Dokumentasi Kegiatan Praktik Jurusan Asisten Keperawatan SMK MULU )

 


Berfokus pada penguasaan kompetensi
Tujuan pembelajaran spesifik
Penekanan pembelajaran pada unjuk Kerja / Kinerja
Pembelajaran lebih bersifat individual
Interaksi menggunakan multi metoda : aktif, pemecahan masalah
dan kontekstual

Pengajar lebih berfungsi sebagai fasilitator
Berorientasi pada kebutuhan individu
Umpan balik langsung
Menggunakan modul



MANFAAT

Memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih bertanggungjawab untuk mengembangkan ketrampilan pada kecepatan tertentu

Memungkinkan siswa bersikap lebih bertanggungjawab terhadap kemajuannya

Memotivasi dan membuat siswa aktif memusatkan perhatian pada tugas-tugasnya

Memungkinkan fasilitator menyesuaikan antara pelatihan dengan persyaratan kinerja

Memungkinkan instruktor menentukan waktu mulai, selesai dan kecepatan program

Menyederhanakan prosedur penilaian

Menjamin kemampuan lulusan di tempat kerja



PROSEDUR PEMBELAJARAN

Menyiapkan kelas

Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai

Memberikan pretes dan atau melihat kemampuan yang telah dimiliki siswa (RPL)

Menjelaskan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan

Menjelaskan penilaian kompetensi yang dikembangkan

Menyampaikan sesi pembelajaran materi

Menjelaskan hal-hal kunci

Mendorong partisipasi aktif siswa untuk mengajukan pertanyaan

Menjawab pertanyaan dan memberi komentar

Meringkas hal-hal kunci untuk proses latihan

Mempasilitasi dan membimbing

Menyiapkan bahan ajar dan alat bahan sesuai kebutuhan untuk belajar mandiri

Memantau dan menilai proses latihan

Memberikan kesempatan siswa untuk bereksperimen dan membuat keputusan

Memberikan umpan balik yang konstruktif selama proses latihan

Mengevaluasi dan memberi Umpan Balik

Menilai hasil belajar sesuai dengan sasaran unjuk kerja

Mendiskusikan penilaian hasil belajar dengan siswa

Menginformasikan hasil belajar dan memberi umpan balik

Mendiagnosis hasil belajar siswa



Sumber Youtube : https://youtu.be/-jYscyTkDzI



---TERIMA KASIH ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š---

Minggu, 11 Desember 2022

Portofolio 9 "Pengembangan Multimedia Pembelajaran"

 

Best Practice : Pembuatan Multimedia Berbasis Web dan Sosial Media





Media sosial adalah salah satu produk teknologi yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia di era digital. Media sosial telah membuka ruang kehidupan manusia yang lebih luas dan global. Sehingga melalui dunia maya, seseorang dapat mengetahui kejadian atau peristiwa dengan cepat di seluruh dunia. Media sosial juga sangat mudah diakses di internet dan tergolong pembiayaan yang sangat murah dan siapapun boleh menggunakannya.

Web dan media sosial sangat gencar digunakan sebagai media pembelajaran di masa pandemi covid selama 2 tahun silam. Hal tersebut memberikan faktor positif dan negatf dari yang saya alami pribadi. contohnya saat melakukan pertemuan dengan aplikasi room meet online, banyak sekali kendala diawal dari awamnya guru dan peserta didik menggunakan platform tersebut. Peserta didik tak luput dengan berbagai drama yang diberikan selama kegiatan berlangsung, dan informasi penjelasan dari guru terkadang tidak tersampaikan dengan baik. Namun, hal tersebut juga memberikan dampak positif dimana guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif, sehingga membuat platform video pembelajaran yang dapat dipelajari secara berulang oleh peserta didik.

Contoh Media Pembelajaran dengan Video Youtube๐Ÿ‘‡




"VIDEO PADA WEB ONLINE MENJADI SALAH SATU SARAN BELAJAR PESERTA DIDIK SECARA BERULANG DAN MANDIRI"

Efektif atau tidaknya peserta didik merupakan salah satu tantangan yang perlu diupayakan. Bukan berarti karena secara kualitatif memandang mereka rendah literasi tapi tidak diberikan wahana dan sarana dalam belajarnya. Pembelajaran berbasis web tentunya tidak monoton dengan tulisan, tetapi dapat dibuat menarik dengan gambar, kartun, video dan bahkan tautan-tautan lain yang sesuai dengan karakter atau ketertarikan eserta didik. Disinilah kita sebagai guru yang perlu dapat menelusuri bagaimana kebutuhan kids jaman now saat ini untuk dapat menarik dan tertarik dengan literasi baik text book maupun digital.


"Pengembangan berbasis web merupakan salah satu upaya, bukan satu-satunya upaya yang digunakan. salah satu upaya ini yang mungkin dapat menjadi salah satu ketertarikan dari beberapa peserta didik yang condong melihat sebuah konten materi dari platform digital yang dikemas lebih menarik, friendly dan dengan bahasa sederhana"



---TERIMA KASIH---

Kamis, 01 Desember 2022

Portofolio 8 "Prinsip Penyusunan Bahan Ajar"

PRINSIP PENYUSUNAN BAHAN AJAR


Pada saat membuat sebuah bahan ajar seorang guru harus memperhatikan aspek-aspek penting yang dapat menunjang keberhasilan peserta didik untuk memahami materi yang disampaikan. Selain itu, seorang guru juga harus memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar itu sendiri, sehingga bahan ajar yang diberikan sesuai dengan standar kompetensi dan kopetensi dasar yang akan di capai oleh peserta didik

Pengertian Bahan Ajar

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training)

Prinsip pengembangan bahan ajar

  1. Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak, 
  2. Pengulangan akan memperkuat pemahaman 
  3. Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman peserta didik 
  4. Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar 
  5. Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap, akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu. 
  6. Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong peserta didik untuk terus mencapai tujuan


Prinsip-Prinsip Pengembangan bahan ajar terbagi atas:
  1. Relevansi (keterkaitan) artinya materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan hubungan dengan pencapaian standart kompetensi dan kopetensi dasar
  2. Konsistensi (keajegan) artinya adanya kesesuaian jumlah atau banyaknya antara kompetensi dan bahan ajar.
  3. Kecukupan (memadai keluasannya, ketercukupannya) artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. 

 Gambar Modul Ajar yang telah dibuat di SMK MULU


Prinsip-Prinsip Bahan Ajar untuk Guru
dalam memilih, menentukan, menyusun dan mengembangkan sumber atau bahan ajar, guru hendaknya memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut:

Menimbulkan minat baca: 
Bahan ajar yang baik seyogyanya dirancang dan dikemas sedemikian rupa untuk dapat menarik dan menimbulkan minat baca bagi peserta didik.

Ditulis dan dirancang untuk siswa:
Guru harus memahami sumber dan bahan ajar yang disusun adalah benar-benar ditujukan dan diperuntukkan untuk siswa.

Menjelaskan tujuan instruksional:
Sumber dan bahan ajar yang baik harus dapat menjelaskan tujuan intruksional yang hendak dicapai dalam proses pembelajaran.

Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel:
Sumber atau bahan ajar yang baik hendaknya bisa mengakomodir semua pola belajar siswa.

Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi yang akan dicapai:
Sumber atau bahan ajar harus benar-benar terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan siswa serta tingkat kompetensi yang akan dicapai.

Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih:
Sumber atau bahan ajar yang baik hendaknya dapat mengakomodir kebutuhan siswa untuk berlatih dan melakukan kegiatan pembelajaran lain melalui sumber atau materi yang ada dalam bahan ajar.

Prinsip-Prinsip Pemilihan Bahan Ajar
  1. Pemilihan bahan ajar cetak
  2. Pemilihan bahan ajar non cetak
  3. Pemilihan bahan ajar audio
  4. Pemilihan bahan ajar audio visual
  5. Pemilihan bahan ajar multimedia interaktif


Sumber:

  1. Bahan Ajar Materi Pelatihan KTSP 2009 Departemen Pendidikan Nasional
  2. http://pengembangbahanajar.blogspot.com/2015/02/prinsip-prinsip-bahan-ajar.html
  3. https://youtu.be/lQO_i3yGajs
  4. https://youtu.be/t9HLhkrk7ZY





 

 Danke hoffentlich nรผtzlich๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š




“Mengapa Kurikulum Perlu berubah”

  Kurikulum Berubah, Apakah merupakan solusi? Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pembelajaran, Hamid Muhammad mengatakan, ...