Minggu, 13 November 2022

Portofolio 6 "Model Pengembangan Instruksional PTK"

 Model Pengembangan Instruksional Dick and Carey

 

Model instruksional dapat sangat bervariasi. Sementara beberapa mungkin fokus pada bagaimana membuat rencana pelajaran dan yang lain fokus pada penyampaian konten itu sendiri, model desain instruksional Dick and Carey (juga dikenal sebagai Model Pendekatan Sistem) adalah salah satunya.



Penelitian Pengembangan Dick and Carey

 

Stage 1 Instructional Goals (Tujuan Instruksional)

Langkah pertama model ini adalah menentukan apa yang diinginkan agar siswa dapat melakukannya ketika mereka telah menyelesaikan program instruksional. Tujuan instruksional bisa diuraikan mulai dari daftar tujuan, analisis kinerja, penilaian kebutuhan, dari pengalaman praktis dengan kesulitan belajar peserta didik, analisis orang-orang yang melakukan pekerjaan/job analysis, atau dari persyaratan lain sebagai instruksi baru.

Pada Sekolah Pusat Keunggulan yang telah mencoba dengan metode kurikulum baru dengan rincian Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran dirumuskan dengan lebih sistematis sesuai dengan Elemen dari capaian pembelajarannya. Setiap Elemen dari suatu CP memiliki capaian pembelajaran yang akan terjabarkan dalam banyaknya tujuan-tujuan pembelajaran. Sehingga akan terwujudnya Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Perlu dibuat Alur Tujuan Pembelajaran yang benar-benar runtut dan sesuai dengan tata urutan kemampuan peserta didik dari yang termudah hingga pada level yang lebih rumit. Dari peserta didik diajak untuk memahami hingga mampu menganalisis.




Stage 2. Instructional Analysis (Analisis Instruksional)


Setelah menentukan tujuan pembelajaran yang sudah sesuai dengan CP yang akan ditempuh, maka perlu dilakukan analisis untuk menentukan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang relevan dan diperlukan oleh peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, model pembelajaran ini setelah menemukan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan, maka penguatan ilmu pengetahuan dan keterampilan dapat dimbangi dengan penerapan P5BK (Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja). Pengetahuan dapat didapatkan pada proses pemahaman, studi kasus, analisis pada suatu tindakan keterampilan. Dalam melakukan tndakan keterampilan, peserta didik perlu disandingkan dengan P5BK yang sesuai.


Stage 3. Entry Behaviors and Learner Characteristics (Perilaku Masuk dan Karakteristik Peserta Didik)

Di tahap ini, dilakukan analisis siswa, analisis konteks dimana mereka akan belajar dan analisis konteks yang akan mereka gunakan. Pilihan peserta didik, keterampilan, kemampuan, bakat, gaya belajar, motivasi belajar,atau pun minat seorang siswa dan sikap yang sudah dimiliki akan digunakan untuk mendesain strategi instruksional.


Stage 4. Performance Objectives (Tujuan Kinerja)


Menurut Dick dan Carrey (1985) dalam uno hamzah (2010:27) menyatakan bahwa tujuan performansi terdiri atas:
(l) tujuan harus menguraikan apa yang akan dapat dikerjakan, atau diperbuat oleh anak didik;
(2)menyebutkan tujuan, memberikan kondisi atau keadaan yang menjadi syarat, yang hadir pada waktu anak didik berbuat;
(3)menyebutkan kriteria yang digunakan untuk menilai untuk perbuatan anak didik yang dimaksudkan pada tujuan.
Gagne, Briggs, dan Mager menjelaskan bahwa fungsi performansi objektif adalah
(a)menyediakan suatu sarana dalam kaitannya dengan pembelajaran untuk mencapai tujuan;

(b) menyediakan suatu sarana berdasarkan suatu kondisi belajar yang sesuai; 

(c) memberikan arah dalam mengembangkan pengukuran atau penilaian; 

(d) membantu anak didik dalam usaha belajarnya




Stage 5. Criterion-Referenced Test Items (Item Tes yang Direferensikan Kriteria)


Berdasarkan tujuan performasi yang telah ditulis, langkah ini adalah mengembangkan butir-butir peniaian yang sejajar (tes acuan patokan) untuk mengukur kemampuan siswa seperti yang diperkirakan dari tujuan. Penekanan utama berkaitan diletakkan pada jenis keterampilan yang digambarkan dalam tujuan dan penilaian yang diminta.

  • Tes diagnostik
  • PH (Penilaian Harian)
  • Pre Test
  • Post Test
  • PTS (Penilaian Tengah Semester)
  • PAS (Penilaian Akhir Semester)



Stage 6. Instructional Strategy (Strategi Instruksional)


Bagian-bagian dari strategi instruksional menekankan komponen untuk mengembangkan belajar siswa termasuk aktivitas pra instruksional, presentasi isi, partisipasi siswa, penilaian proyek atau tugas, pemberian materi, LKPD, dan tindak lanjut.


Pembelajaran dapat dilakukan dengan metode kolaborasi antara masing-masing pengajar dengan mata pelajaran berbeda dengan mengaplikasikan pada kebutuhan di dunia nyata berbasik proyek.



Stage 7. Instructional Materials (Bahan Ajar)


Dengan istilah bahan isntruksional kita sudah termasuk segala bentuk instruksional seperti modul, panduan guru, overhead transparansi, CD video, multimedia berbasis komputer, dan laman website untuk instuksional jarak jauh/online.


Stage 8. Formative Evaluation (Evaluasi Formatif)


Ada tiga jenis evaluasi formatif yaitu penilaian satu-satu, penilaian kelompok kecil dan penilaian uji lapangan. Setiap jenis penilaian memberikan informasi yang berbeda bagi perancang untuk digunakan dalam meningkatkan instruksional. Teknik yang sama bisa diterapkan pada instruksional atau penilaian formatif terhadap bahan di kelas.


Menurut Dick dan Carrey (1985), ada tiga fase pokok penilaian formatif yaitu; 
1. Fase perorangan atau fase klinis . Pada fase ini perancang bekerja dengan siswa secara perseorangan untuk memperoleh data guna menyempurnakan bahan pembelajaran.
Exp: TUGAS MANDIRI - Latihan Soal

2. Fase kelompok kecil, yaitu sekelompok siswa yang terdiri atas delapan sampai sepuluh orang yang merupakan wakil cerminan populasi sasaran mempelajari bahan secara mandiri, dan kemudian diuji untuk memperoleh data yang diperlukan.
Exp: TUGAS KELOMPOK - Proyek

3.Fase uji lapangan. Boleh diikuti oleh banyak siswa; sering 30 orang sudah mencukupi.


REVISI PEMBELAJARAN --- INSTRUCTIONAL REVITIONS

Melakukan pembenahan terhadap hasil evaluasi terhadap alat, bahan dan materi yang digunakan dalam pembelajaran apakah sudah tepat dan sesuai guna dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih cermat.



Stage 9. Summative Evaluation (Evaluasi Sumatif)


Hasil-hasil pada tahap di atas dijadikan dasar untuk menulis perangkat yang dibutuhkan. Hasil perangkat selanjutnya divalidasi dan diujicobakan atau diimplementasikan di kelas dengan evaluasi sumatif.


Dengan evaluasi sumatif dapat menentukan nilai dari suatu desain pembelajaran dengan penilaian berdasarkan pada keefektifan dan efisiensi kegiatan belajar mengajar.  Apabila semua tujuan sudah dapat tercapai,  efektifitas pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran dalam mata pelajaran tertentu dianggap berhasil dengan baik. Seperti pada penilaian Akhir Sekolah dan Tengah Sekolah.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š



Sumber : 
https://youtu.be/LhwLpt4c8sY
https://educationaltechnology.net/dick-and-carey-instructional-model/
https://ranahresearch.com/model-penelitian-pengembangan-dick-carey/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Mengapa Kurikulum Perlu berubah”

  Kurikulum Berubah, Apakah merupakan solusi? Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pembelajaran, Hamid Muhammad mengatakan, ...