Model Pengembangan Instruksional Dick and Carey
Model instruksional dapat sangat bervariasi. Sementara beberapa mungkin fokus pada bagaimana membuat rencana pelajaran dan yang lain fokus pada penyampaian konten itu sendiri, model desain instruksional Dick and Carey (juga dikenal sebagai Model Pendekatan Sistem) adalah salah satunya.
Stage 1 Instructional Goals (Tujuan Instruksional)
Langkah pertama model ini adalah menentukan apa yang diinginkan agar siswa dapat melakukannya ketika mereka telah menyelesaikan program instruksional. Tujuan instruksional bisa diuraikan mulai dari daftar tujuan, analisis kinerja, penilaian kebutuhan, dari pengalaman praktis dengan kesulitan belajar peserta didik, analisis orang-orang yang melakukan pekerjaan/job analysis, atau dari persyaratan lain sebagai instruksi baru.
Stage 2. Instructional Analysis (Analisis Instruksional)
Di tahap ini, dilakukan analisis siswa, analisis konteks dimana mereka akan belajar dan analisis konteks yang akan mereka gunakan. Pilihan peserta didik, keterampilan, kemampuan, bakat, gaya belajar, motivasi belajar,atau pun minat seorang siswa dan sikap yang sudah dimiliki akan digunakan untuk mendesain strategi instruksional.
Stage 4. Performance Objectives (Tujuan Kinerja)
Menurut Dick dan Carrey (1985) dalam uno hamzah (2010:27) menyatakan bahwa tujuan performansi terdiri atas:
(l) tujuan harus menguraikan apa yang akan dapat dikerjakan, atau diperbuat oleh anak didik;
(2)menyebutkan tujuan, memberikan kondisi atau keadaan yang menjadi syarat, yang hadir pada waktu anak didik berbuat;
(3)menyebutkan kriteria yang digunakan untuk menilai untuk perbuatan anak didik yang dimaksudkan pada tujuan.
Gagne, Briggs, dan Mager menjelaskan bahwa fungsi performansi objektif adalah
(a)menyediakan suatu sarana dalam kaitannya dengan pembelajaran untuk mencapai tujuan;
(b) menyediakan suatu sarana berdasarkan suatu kondisi belajar yang sesuai;
(c) memberikan arah dalam mengembangkan pengukuran atau penilaian;
(d) membantu anak didik dalam usaha belajarnya
Stage 5. Criterion-Referenced Test Items (Item Tes yang Direferensikan Kriteria)
Berdasarkan tujuan performasi yang telah ditulis, langkah ini adalah mengembangkan butir-butir peniaian yang sejajar (tes acuan patokan) untuk mengukur kemampuan siswa seperti yang diperkirakan dari tujuan. Penekanan utama berkaitan diletakkan pada jenis keterampilan yang digambarkan dalam tujuan dan penilaian yang diminta.
- Tes diagnostik
- PH (Penilaian Harian)
- Pre Test
- Post Test
- PTS (Penilaian Tengah Semester)
- PAS (Penilaian Akhir Semester)
Stage 6. Instructional Strategy (Strategi Instruksional)
Bagian-bagian dari strategi instruksional menekankan komponen untuk mengembangkan belajar siswa termasuk aktivitas pra instruksional, presentasi isi, partisipasi siswa, penilaian proyek atau tugas, pemberian materi, LKPD, dan tindak lanjut.
Stage 7. Instructional Materials (Bahan Ajar)
Dengan istilah bahan isntruksional kita sudah termasuk segala bentuk instruksional seperti modul, panduan guru, overhead transparansi, CD video, multimedia berbasis komputer, dan laman website untuk instuksional jarak jauh/online.
Stage 8. Formative Evaluation (Evaluasi Formatif)
Ada tiga jenis evaluasi formatif yaitu penilaian satu-satu, penilaian kelompok kecil dan penilaian uji lapangan. Setiap jenis penilaian memberikan informasi yang berbeda bagi perancang untuk digunakan dalam meningkatkan instruksional. Teknik yang sama bisa diterapkan pada instruksional atau penilaian formatif terhadap bahan di kelas.
REVISI PEMBELAJARAN --- INSTRUCTIONAL REVITIONS
Stage 9. Summative Evaluation (Evaluasi Sumatif)
Hasil-hasil pada tahap di atas dijadikan dasar untuk menulis perangkat yang dibutuhkan. Hasil perangkat selanjutnya divalidasi dan diujicobakan atau diimplementasikan di kelas dengan evaluasi sumatif.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar