Rabu, 19 Oktober 2022

Portofolio 3 "Implementasi Transferable Skill di LN dengan Indonesia"

Implementasi Transferable Skill di LN dengan Indonesia

     Transferable skills dapat didefinisikan sebagai keterampilan-keterampilan yang berguna dalam berbagai jenis pekerjaan dan konteks kehidupan (UNESCO, 2012, hal. 14; Bridges, 1993; Bennett, 2002; Richard, 2012). Transferable skills telah diintegrasikan menjadi salah satu unsur penting dalam kurikulum pendidikan vokasidi Negara Inggris, baik dalam pendidikan formal maupun non-formal.


1. Inggris: Functional Skills

    Functional skills yang dimaksud meliputi:

  1. Penerapan angka (Maths)
  2. Komunikasi (English)
  3. Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT)
  4. Mengembangkan pembelajaran dan performa secara mandiri (improving own learning and performance atau IOLP)
  5. Pemecahan masalah
  6. Bekerja sama

2. Skotlandia: Core skills

    Core skills ini meliputi(SQA, 2013)

q  Keterampilan memecahkan masalah meliputi berpikir kritis dan kreatif, menganalisis situasi dan mengambil tindakan, merencanakan dan mengatur hal-hal yang dibutuhkan, merefleksikan pencapaian dan mengambil kesimpulan

q  Keterampilan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan

q  Keterampilan numerasi meliputi mengolah, menginterpretasi dan mengomunikasikan informasi

q  Keterampilan TIK, yaitu keterampilan mendasar untuk mencari dan menganalisis informasi

q  Keterampilan bekerjasama dengan orang lain merupakan keterampilan interpersonal yang dapat membantu peserta didik berelasi dengan orang lain baik dalam pendidikan dan pekerjaan, untuk mencapai tujuan bersama.


3. Wales: Essential Skills Wales (ESW)

Istilah ini diperbaruhi pemerintah Wales pada 2015. Essential Skills Wales (ESW) meliputi :

  1. keterampilan berkomunikasi (Essential Communication Skills),
  2. keterampilan penerapan angka (Essential Application of Number Skills),
  3. keterampilan literasi digital (Essential Digital Literacy Skills),
  4. keterampilan bekerja (Essential Employability Skills atau EES)

4. Irlandia Utara: Essential skills

Essential skills diperkenalkan oleh Department for Employment and Learning (DEL) pada bulan April 2002 dalam Essential Skills for Living Strategy (NI Statistics & Research agency , 2016).

Keterampilan yang dikategorikan essential skill meliputi :

q  Literasi

q  Numerasi

q  TIK

Di Irlandia Utara pencapaian kualifikasi essential skills tidak hanya dinilai berdasarkan penguasaan keterampilan tertentu tetapi juga menggunakan standar usia sebagai berikut:

  1. Entry level 1 (usia 5-7 tahun)
  2. Entry level 2 (usia 7-9 tahun)
  3. Entry level 3 (usia 9-11 tahun)
  4. Level 1 (GCSE grades D-G)
  5. Level 2 (GCSE grades A-C)

STRATEGI pengembangan transferable skills di Indonesia

v  Dalam menerapkan trasferable skills di Indonesia diperlukan partisipasi dari pemerintah, pemangku kepentingan, pemberi kerja dan pekerja untuk mengidentifikasi transferable skills yang perlu untuk dikembangkan dalam lingkup konsep, politik dan praktik (UNESCO, 2014). Pemerintah dan perusahaan berkolaborasi mendanai dan mengelola pendidikan vokasi agar dapat meningkatkan relevansi konten pendidikan dengan pekerjaan di masa yang akan datang.


v  Perkembangan trasverable skills dapat membantu pekerja dengan keterampilan dan dapat memudahkan pekerja untuk bekerja secara efektif dalam berbagai situasi. Transferable skills, juga dapat membantu mobilitas jenjang karir pekerja baik di dalam maupun di luar perusahaan. Maka dari itu, pemberi kerja maupun institusi pendidikan harus mengutamakan pengembangan transferable skills.

v Pengintegrasian transferable skills dalam kurikulum Pendidikan vokasi berkaitan erat dengan kualitas Pendidikan di suatu negara , khususnya kualitas guru. Guru memiliki peran penting dalam menerapkan kurikulum program magang (UNESCO, 2012).  Program revitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia sebagai sarana dalam pengintegrasian transferable skills. 


Bagaimana Transferable Skill Terintegrasi dengan Revitalisasi SMK

Mengutip dari bapak Mendikbud RI Nadiem Anwar Makarim bahwa beliau mencanangkan program revitalisasi yang terkait dengan SDM pada tahun 2020. Revitalisasi ini memang diperlukan dengan upaya agar SDM dari jenjang SMK selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Menciptakan lulusan SMK yang unggul, siap kerja, sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk mencapai SMK yang unggul dan siap kerja maka intregasi dari transferable skills perlu diterapkan. Dengan metode tersebut, pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan, sikap dan pengetahuan tidak hanya sebatas penuntasan dari kurikulum yang harus dicapai. Namun, peserta didik mampu menerapkan keterampilan, sikap dan pengetahuannya untuk menyelesaikan permasalahan nyata di dunia kerja. Keterlibatan peserta didik dalam menyelesaikan masalah dapat dimulai saat peserta didik melakukan kegiatan praktik kerja lapangan. Pembelajaran yang melibatkan dunia kerja memberikan stimulus peserta didik agar mampu memiliki gambaran dunia kerjanya dan masalah yang rentan akan dihadapinya di masa mendatang.

Dengan melakukan Link and Match dengan dunia kerja. Link and match ini tidak hanya sekedar tulisan dalam kertas saja, namun benar-benar diterapkan. Beberapa capaian yang dapat dilakukan dengan adanya Link and Match yaitu penyelarasan kurikulum antara sekolah dengan dunia kerja. Peserta didik dapat melakukan kegiatan magang / on job training di dunia kerja. Guru atau tenaga pendidik dapat melakukan kegiatan magang guru di dunia kerja. Apabila guru dan peserta didik sama-sama mengerti kebutuhan dan permasalahan dunia kerja terkini, maka kedua belah pihak secara tidak langsung akan belajar dan memberikan stimulus dalam berpikirnya. Secara tidak langsung metode transferable skills telah dicoba bahkan dilakukan dengan sedikit-demi sedikit dengan revitalisasi SDM yang dilakukan oleh lembaga sekolah. Tidak hanya peserta didik, namun guru juga diajak untuk berfikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan, komunikasi efektif dan saling bergotong royong dalam pekerjaan yang diterima

Langkah-langkah yang sudah atau akan dilaksanakan dari program revitalisasi pendidikan vokasi dalam pengintegrasian transferable skills :
1. Melatih peserta didik dalam keterampilan berkomunikasi
2. Melatih peserta didik bekerja sama dengan orang lain
3. Melatih peserta didik kuat dari segi fisik dan mental
4. Memberi waktu tambahan magang untuk peserta didik di dunia usaha dan industri
5. Membekali peserta didik dengan kemamampuan IT


Video membahas mengenai penjelasan Introduction to Transferable skills

Referensi

ACE. (2015, February). Transferable Skills: Guidance notes. Retrieved September 3, 2017, from         https://acecerts.co.uk/web/wp-content/uploads/2013/06/ACE-Transferable-Skills-Feb-2015-            V4-Starts-up-to- 5th-April-2015.pdf

Department for Education . (2016). Post-16 Skills Plan. London: OGL.

Education and Training Foundation. (2016, December). Annual Review 2015/16. Retrieved April         16, 2017, from http://www.et-foundation.co.uk/wp-content/uploads/2014/03/AR-amended-            smaller-file.pdf

Kemendikbud. (2016). Membangun Pendidikan Menengah Kejuruan Indonesia: Sebuah Peta Jalan     Menuju 2030. Jakarta: Kemendikbud.

Kurnia, D., Setiawan, A., & Dittrich, J. (2014). Integrating Transferable Skills in TVET. Integration of Transferable Skills in TVET Curriculum, Teaching­Learning, and Assessment (pp. 20-26). 
Gadong: SEAMEO VOCTECH Regional Centre. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Mengapa Kurikulum Perlu berubah”

  Kurikulum Berubah, Apakah merupakan solusi? Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pembelajaran, Hamid Muhammad mengatakan, ...